..........dan kukira, dulu, sakitnya tak akan seperih-separah ini.ah, kita memang tak pernah benar-benar saling mengenali. identifikasi yang masing-masing kita lakukan selalu gagal. buntu di ujung kehendak liyan. bahkan kini aku merasa asing pada diriku sendiri ketika mendapatimu ditingkahi pacarmu. ya, aku tahu dia pacarmu meski perangaimu berpura-pura menghiraukan kehadiranku. lantas, mengapa aku mesti cemburu jika ternyata di sisi lain aku juga memiliki pacar? duh..., maut yang lembut. beri aku pisau-kemilau. biar kumaknai urat nadi pacar-pacar kami.....
..........dan kukira, dulu, sakitnya tak akan seperih-separah ini. dan aku tak akan serapuh ini.tapi baiklah, kita kembalikan pada realitas. sebab orang-orang di sekitar kita menghendakinya demikian. dan kita, selamanya menderita dalam kebohongan-kebohongan. dalam keterus-menerusan saling mengkhianati diri. duh..., maut yang lembut. beri aku pisau-kemilau. biar kugambar peta menuju surga di urat nadi pacar-pacar kami.....dan kini aku berdoa, semoga pacar-pacar kita lekas moksa. sementara kita berdamai dalam dendam.[kolong tangga, awal desember 2010]
Sabtu, 01 Oktober 2011
Biar Kugambar Peta Menuju Surga di Urat Nadi Pacar-pacar Kami....
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar